Usia Bukan Halangan Wujudkan Impian ‘Kuterbitkan Buku Pada Usia 55 Tahun’

Usia Bukan Halangan Wujudkan Impian 'Kuterbitkan Buku Pada Usia 55 Tahun'

18

Jika Anda berpikir bahwa Anda sudah terlalu tua untuk mewujudkan impian masa kecil Anda, coba pikirkan lagi. Setiap orang berhak punya impian dan tak ada yang melarang siapapun untuk mewujudkan impian itu. Salah satunya adalah Kate Porter. Seperti yang dilansir oleh womansday.com, pada usia 15 tahun, Kate sudah tahu bahwa dirinya ingin menjadi penulis. Tetapi impian tersebut baru terwujud puluhan tahun kemudian, apa sebabnya? “Kakek nenekku, yang membesarkanku, sangat kuno. Mereka menyuruhku untuk berhenti mengkhayal, dan hanya buang-buang waktu dan uang saja mengirim seorang perempuan ke universitas.” Kate pun tak bisa mengenyam pendidik yang lebih tinggi.

Setelah lulus dari SMA, ia beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain mulai dari pelayan bahkan menjahit bra di sebuah pabrik. Ia juga pernah menikah tetapi tak bertahan lama dan melewati banyak hubungan berliku. Selama masa-masa sulit hidupnya ia masih menyempatkan menulis beberapa ide cerita di sobekan-sobekan kertas dan menaruhnya di dalam sebuah kotak. Pernah juga mencoba untuk mulai menulis novel, tetapi tak bisa sampai selesai. Kehidupannya berubah ketika pada tahun 1989, ia mengikuti kencan buta dan bertemu dengan Don. “Don adalah inspirasi terbesarku dan sumber semangat,” ungkap Kate.

Setelah menikah dengan Don, Kate menulis sebuah puisi tentang Gulf War. Don pun mendukungnya untuk mengirim puisi itu ke surat kabar. Kate merasa takut ditolak, apalagi selama hidupnya ia telah mengalami banyak penolakan dari orang tuanya sendiri dan juga beberapa pria. Tetapi Don berbeda, ia meminta Kate untuk mengirimkan puisinya tersebut, “Ia berkata, ‘Please–lakukan untukku’,” kata Kate. Selang beberapa minggu kemudian, puisi tersebut berhasil diterbitkan dan Kate bersama Don merayakannya sambil makan malam.

Ketika Don meninggal karena kanker paru-paru pada tahun 2003, Kate sangat terpukul dan ia jadi jarang menulis. Akhirnya, ia beranikan diri untuk menuliskan rasa sedihnya atas meninggalnya Don dalam bentuk sebuah novel. Novel itu bercerita tentang seorang janda muda, tetapi ia belum menemukan penerbit yang bisa menerbitkan novelnya. Ia sekali lagi rasanya ingin menyerah saja.Lalu, Anna sahabatnya hadir dengan memberikan hadiah (hadiah untuk Natal sekaligus ulang tahun) berupa membayarkan kursus menulis untuk Kate. “Anna berkata, ‘Tuhan tidak ingin kau hidup seperti ini, seperti seorang pertapa, seperti orang yang tidak memperjuangkan impiannya,'” jelas Kate.

Pada tahun 2012, Kate berhasil menyelesaikan novel keduanya dan Amazon mau menerbitkan e-book dan bentuk buku fisiknya. “Aku ingin berteriak kencang dari atas atap rumah, ‘Aku benar-benar seorang penulis!” jelas Kate. Apa sebenarnya rahasia Kate hingga berhasil mewujudkan impiannya? “Jika kau memendam impianmu, impian itu tak akan bisa terwujud. Aku dulunya takut memberitahu orang-orang tentang tulisanku, tetapi apa yang harus kutakutkan?”, Tak ada kata tua atau terlambat untuk mewujudkan impian, mulai sekarang juga, ambil langkah saat ini juga. Go catch your dreams and make them come true!