Dibalik Usahaku Merawat Suami Tercinta

Dibalik Usahaku Merawat Suami Tercinta

15

Tanda-tanda itu sudah terlihat jelas. Nancy Coleman melihat suaminya Claude lupa beberapa kata, membeli dua ponsel sekaligus, dan tidak bermain dengan cucunya sendiri. Di musim Semi tahun 1997, dokter memvonis bahwa sang suami sudah terkena Alzheimer. “Semua terjadi begitu cepat dan sangat memukulku,” kata Nancy.

“Dalam semalam, penyakit itu mengambil otak suamiku. “Ketika sang suami sudah divonis terkena Alzheimer, seperti yang dilansir dari realsimple.com, Nancy pun menjadi pelaku rawat (caregiver)untuk suaminya. Ia tak lagi pergi ke perpustakaan, jalan-jalan santai, atau pergi ke gereja pada hari Minggu hanya agar bisa fokus merawat sang suami. Merasa sendirian, ia pun menghubungi Azheimer’s Association (AA), sebuah lembaga non profit yang mendanai penelitian tentang penyakit dan memberikan bantuan untuk keluarga yang sedang berjuang dengan penyakit Alzheimer.

Di situlah, Nancy mulai menemukan orang-orang yang siap mendengar semua keluhan dan uneg-unegnya. Claude meninggal pada tahun 2000, tetapi Nancy masih mendedikasikan dirinya untuk AA. Ia ikut terlibat dalam usaha penggalangan dana dan membagi pengalamannya tentang memberikan perawatan di rumah, “…aku ingin memberitahu dunia tentang pengaruh penyakit Alzheimer terhadap keluarga.” Kemudian, ia membuat sebuah sesi yang berlangsung tiga jam untuk bertemu dengan kelompok yang beranggotakan 30 pelaku rawat. Dalam sesi itu, ia membagikan semua pengalaman dan pelajaran yang pernah didapatnya.

“Terkadang aku merasa lelah dan tak sanggup lagi, dan aku pergi tidur,” kata Nancy. “Tetapi aku terus melakukannya karena para caregiver harus didengar dan dimengerti. Selama fisikku masih kuat, aku akan terus melakukannya.”